![]() |
| Wanita mudah berubah pikiran?? |
nah lebih jelasnya baca dulu Artikel ini buat resensi.
Orang bilang wanita mudah sekali berubah-ubah pikiran (meskipun kita lebih suka menyebutnya luwes dan mudah menyesuaikan diri). Cepat sekali berpindah dari satu keadaan mental kekondisi lainnya. Dari marah, mudah sekali kembali baik dan penuh maaf. Semenit yang lalu sibuk berfikir tentang keadaan dan suasana Kantor yang rumit, sejenak kemudian sudah bermanja-manja dengan suami. Baru sesaat yang lalu marah-marah setengah mati, sebentar kemudian sudah tampak penuh kasih sayang.
Barangkali Sinta Direktur sebuah Perusahaan Garmen kelas menengah yang mulai naik daun, adalah contoh yang tepat. Pegawai-pegawai nya mengejek'nya karena ia menerapkan standart yang tinggi bagi Produk Perusaha'annya. Ia turun tangan sendiri memeriksa hasil pekerjaan bawahannya sambil terus menerus bicara tentang pentingnya mutu.
Tag hanya itu, Sinta mengikuti sendiri berbagai negosiasi yang sulit melancarkan jalan Ekspor busana produksinya. Mitra-mitra kerjanya menganggapnya wanita yang sangat Rasional dan penuh Kalkulasi.
Namun ditengah rapat penting'nya seperti apapun Sinta tag pernah berkeberatan menerima Telpon anak-anaknya. Kening'nya yang semula berkerut menghitung-hitung berubah licin dan senyumnya melebar. "Apa,nak?Ya,nanti mama carikan buku itu.sampaikan pada oma,nanti mama carikan juga kuenya."kalau suaminya yang nelpon,ia berbalik sedikit dari orang-orang yang hadir untuk membisikkan, "I MISS YOU ........." sesudahnya ia kembali berwajah tegar dan berpikir rasional dimeja perundingan.
Suami Sinta seperti itu. Yah, ya susah sekali 'pindah' dari satu kondisi lainnya. Di kantor, ia merasa terganggu kalau anak-anaknya menelpon pada saat ia tengah memikirkan suatu masalah. Sepulang dari kantor, lama baru ia bisa agak rileks dan bergurau dengan keluarganya. Ia tag seperti Sinta yang bisa berpindah cepat dari 'rasioanal' ke 'emosional' sulit baginya untuk berpindah dari 'kepala' ke 'hati' dalam waktu singkat.
Akan halnya kita, wanita, rasanya kita lebih mirip Sinta ketimbang Aby. Buat kita, begitu bangunan kantor tertinggal dibelakang, keseluruhan diri kita sudah siap menghadapi suasana rumah.
Inilah sebabnya: Otak Pria lebih terspesialisasi. Belahan kanan otaknya lebih terlatih untuk fungsi-fungsi visual-spasial(misalnya menyelesaikan tugas-tugas fisik yang membutuhkan koordinasi mata dan tangan) sementara belahan kiri otaknya mengendalikan keterampilan verbal dan kognitif(misalnya menyatakan perasaan, memahami persoalan abstrak). Para Ilmuwan menemukan bahwa pada pria, belahan kanan otak ternyata lebih terlatih dari pada yang kiri. Akibatnya pria memiliki keterampilan verbal yang sebaikanak perempuan.
Sebaliknya, otak wanita cenderung lebih tergeneralisir. Artinya, kedua belahan otaknya bekerja sama memecahkan masalah. *_*


0 komentar:
Posting Komentar